Minggu, 14 Desember 2008

etika bisnis


Review Sistem Bisnis


Dalam bab ini menjelaskan mengenai tanggapan-tanggapan dan kritik-kritik antara sistem pasar bebas, intervensi pemerintah dan kepemilikan pribadi. Yang dimaksud dengan pasar bebas disini adalah tidak ada batasan atas apapun yang bisa dimiliki seseorang dan apa yang boleh dilakukan dengan property yang dimilikinya, atau apa saja pertukaran yang boleh dilakukannya. Teori ini didukung oleh Jhon Locke karena anggapannya bahwa setiap manusia memiliki hak atas kebebasan. Adam Smith pun ikut mendukung Jhon Locke. Menurut Smith, saat individu dibiarkan bebas mencari kepentingannya sendiri di pasar bebas, mereka akan diarahkan menuju kesejahteraan publik. Namun teori tersebut ditentang oleh Keynes yang berpendapat bahwa tanpa intervensi pemerintah, permintaan barang tidak bisa cukup untuk menyerap semua persediaan. Namanya suatu teori pasti ada yang mendukung dan ada pula yang menentang.

Marx dia adalah seorang kritikus yang sangat menentang kepemilikan pribadi yang terus meningkat bagi perusahaan besar dan kemelaratan yang terus naik bagi perusahaan kecil. Dia menganggap bahwa sistem properti pribadi adalah salah. Sistem properti pribadi menurutnya adalah dasar ketidak adilan yang menjadi karakteristik masyarakat kapitalis.

Saya sepaham dengan jalan keluar yang dinyatakan di buku. Perdebatan antara pihak-pihak yang menentang dan mendukung pasar bebas, intervensi pemerintah dan kepemilikan pribadi dapat diambil jalan tengah dengan menerapkan sistem ekonomi campuran. Yang mana sistem ekonomi campuran ini mempertahankan sistem pasar dan kepemilikan pribadi namun sekaligus bergantung pada kebijakan pemerintah untuk mengatasi kekurangan-kekurangannya.

Kaitannya dengan etika bisnis disini adalah bagaimana tiap-tiap perusahaan itu memperoleh keuntungan dengan cara yang baik, yang sesuai dengan etika bisnis yaitu menggunakan prinsip keadilan dan kesamaan. Yaitu setiap orang berhak untuk menikmati segala sesuatu yang menjadi miliknya dan bagi orang yang kaya berkewajiban untuk membagi sebagian labanya untuk orang-orang miskin.

Bila pemerintah ikut campur tanpa harus sepenuhnya dalam mengatur jalannya perusahaan tersebut. Saya yakin setiap kendala dan permasalahan apapun dapat teratasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar